terilhami sheila, lagi, saya kambuh metalnya hehehe.... jadi melow pas saya pulang dari bandung kemaren, padahal, truly enjoy my vacation there. mimpi saya tentang liburan indah di akhir pekan minim gangguan tercapai, meski beberapa telpon dan sms dari kolega sempet mampir juga ke hape saya, senior painens menejer gituh. ga terlalu mengganggu, hanya saya sempet bete, karena tidur pagi saya gagal :P manja ya?
cerita tentang bandung bentar ya, khan berbagi, sebelum saya tepar lagi, ga doyan maemnya kambuh, entah, mungkin euforia kegembiraan saya di bandung menimbulkan antiklimaks dalam perjalanan pulang saya. dan menimbulkan efek metal tadi.
di bandung saya kemana ajah ya, oh ya, pertama kali makan pecel, humps, nikmat tiada tara, kekeyangan dan ga mampu jalan, namun setelahnya ke pasar baru, jadi ya terus lupa mau ngapain. pas di braga, rencananya mau pasang hena di tangan hehehe... cuman, usut punya usut, saya khawatir nanti dimarahin sama bocah-bocah imut saya, jadi saya memutuskan untuk membatalkan tingkah polah narsis saya itu. mau nonton juga pilemnya ga mutu semua, pilem saya the other boleys girl ga diputer di bandung huhuhu.... jadi ya merajuk supaya pulang aja, ngantuks biangets.
istirahat, dan tidurnya kebablasan, mandi byur-byur-byur, terus segera berangkat. tujuan kali ini ke kampung daun, so romantic place in this town. cuman dinginnya ga nguatin, saya salah pilih baju kayaknya jadi saya bolak-balik mrinding. jujur ya, tempatnya cozy biangets buat mbak-mbak atau mas-mas yang sedang dimabuk cinta, atau buat siapapun yang ingin melamar kekasihnya, sayang saya kesana tujuannya perpisahan, ga mature bangets. hasilnya, saya malah telpon mas sigit, dalam rangka pamer saya kesana sambil ngecek kesehatannya, tapi saya malah disukurin karena kedinginan, dan telpon berakhir dengan acara menagih hutang traktiran di bale raos. potonya ga jelas, cuman ada di pesbuk, akan saya coba upload ya.
saya makan lasagna, sok kebule-bulean gitu, sebenarnya ga mengeyangkan, la wong makannya direcokin, cuman perutnya ga nyaman aja jadi terasa penuh, ada kupu-kupu nari-nari ga jelas, dan ser, hangat menyesap setelah saya minumin teh strawberry. yummi. saran saya, jangan kesini pas tanggal tua, menunya enak si, cuman ga enak di dompet.
jam sepuluh, ga tahan dengan dinginnya malam, cieh, memutuskan pulang, sebenarnya masi pengen midnight, cuman tertahan di tenggorokan, sepertinya mata sudah tak tertahan, dan ingin segera pulang. ya sudah, saya juga tak kuat lagi dengan senut-senut di kaki saya, lelah. pulang. cuman, hadows, dari gubug ke mobil jaraknya jahu biangets, belum lagi tragedi tikus yang loncat dengan tidak beradab di sesi photo bareng.
pagi-pagi, bangun, dan, sudah jam 8. minggu palem, ke gereja dongs. dipilih-pilih, akhirnya ke katedral, hore, dan, gedubryak, misanya jam 10.45, padahal udah cakep dari jam 9an. nunggu panas-panasan deh, ditengah hawa kelaperan. sebelumnya nyari bubur khan, ga tau di daerah mana, dan habis, cuman saya ga paham, bahasa sundanya apa ya, seet, ga dong, pang pong, duduk dan setelah si mas-mas bolak-balik ngomong seet tadi merasa kalau saya ga dong, dia segera menggunakan bahasa indonesia dan mengatakan kata habis. hahahaha.....
mau marah ga sempet, yang ada ketawa dan mencari tempat alternatif makan lainnya. dan, begonya saya, makan bubur kacang, walau jelas-jelas tulisan di gerobaknya bubur ayam ^_^ apa daya, rasa lapar mengalahkan segalanya.
my last lunch, di tahu lembang, masi aroma orang kedinginan, dan itu adalah makan penuh saya yang terakhir sampai saya nulis blog ini. laper, cuman ego hati dan otak saya mengatakan saya belum pengen makan. disana ada mbak-mbak cantik, banyak anak kecil, makanannya enak, tahunya juga enak. waws, ga terlupakan deh. besok, jika Tuhan mengijinkan, saya pasti kesana lagi. sadar hampir jam 4, masi dengan kebiasaan yang sama, belum beli tiket hehehe.... ya sutra, cepet-cepet pulang ke bawah. bubu bentar dan segera ke stasiun.
jam 18.14 tepat, almost, ayahnya yudis sama laras bilang, something happen with his lovely son and daughter. bad "injury" for me, because they are the reason for me to breath, and i do care with them. his words explain everything more than before, quietly hard. eventhought i'll try to save them, its really too late. ok, perhaps its better for everyone arround my litlle angels. i love you my kids, i'm sure your ayah and bunda always love you too, even ayah bundamu tidak saling mencintai lagi. baik-baik ya nak.
cerita tentang bandung bentar ya, khan berbagi, sebelum saya tepar lagi, ga doyan maemnya kambuh, entah, mungkin euforia kegembiraan saya di bandung menimbulkan antiklimaks dalam perjalanan pulang saya. dan menimbulkan efek metal tadi.
di bandung saya kemana ajah ya, oh ya, pertama kali makan pecel, humps, nikmat tiada tara, kekeyangan dan ga mampu jalan, namun setelahnya ke pasar baru, jadi ya terus lupa mau ngapain. pas di braga, rencananya mau pasang hena di tangan hehehe... cuman, usut punya usut, saya khawatir nanti dimarahin sama bocah-bocah imut saya, jadi saya memutuskan untuk membatalkan tingkah polah narsis saya itu. mau nonton juga pilemnya ga mutu semua, pilem saya the other boleys girl ga diputer di bandung huhuhu.... jadi ya merajuk supaya pulang aja, ngantuks biangets.
istirahat, dan tidurnya kebablasan, mandi byur-byur-byur, terus segera berangkat. tujuan kali ini ke kampung daun, so romantic place in this town. cuman dinginnya ga nguatin, saya salah pilih baju kayaknya jadi saya bolak-balik mrinding. jujur ya, tempatnya cozy biangets buat mbak-mbak atau mas-mas yang sedang dimabuk cinta, atau buat siapapun yang ingin melamar kekasihnya, sayang saya kesana tujuannya perpisahan, ga mature bangets. hasilnya, saya malah telpon mas sigit, dalam rangka pamer saya kesana sambil ngecek kesehatannya, tapi saya malah disukurin karena kedinginan, dan telpon berakhir dengan acara menagih hutang traktiran di bale raos. potonya ga jelas, cuman ada di pesbuk, akan saya coba upload ya.
saya makan lasagna, sok kebule-bulean gitu, sebenarnya ga mengeyangkan, la wong makannya direcokin, cuman perutnya ga nyaman aja jadi terasa penuh, ada kupu-kupu nari-nari ga jelas, dan ser, hangat menyesap setelah saya minumin teh strawberry. yummi. saran saya, jangan kesini pas tanggal tua, menunya enak si, cuman ga enak di dompet.
jam sepuluh, ga tahan dengan dinginnya malam, cieh, memutuskan pulang, sebenarnya masi pengen midnight, cuman tertahan di tenggorokan, sepertinya mata sudah tak tertahan, dan ingin segera pulang. ya sudah, saya juga tak kuat lagi dengan senut-senut di kaki saya, lelah. pulang. cuman, hadows, dari gubug ke mobil jaraknya jahu biangets, belum lagi tragedi tikus yang loncat dengan tidak beradab di sesi photo bareng.
tidur.....
pagi-pagi, bangun, dan, sudah jam 8. minggu palem, ke gereja dongs. dipilih-pilih, akhirnya ke katedral, hore, dan, gedubryak, misanya jam 10.45, padahal udah cakep dari jam 9an. nunggu panas-panasan deh, ditengah hawa kelaperan. sebelumnya nyari bubur khan, ga tau di daerah mana, dan habis, cuman saya ga paham, bahasa sundanya apa ya, seet, ga dong, pang pong, duduk dan setelah si mas-mas bolak-balik ngomong seet tadi merasa kalau saya ga dong, dia segera menggunakan bahasa indonesia dan mengatakan kata habis. hahahaha.....
mau marah ga sempet, yang ada ketawa dan mencari tempat alternatif makan lainnya. dan, begonya saya, makan bubur kacang, walau jelas-jelas tulisan di gerobaknya bubur ayam ^_^ apa daya, rasa lapar mengalahkan segalanya.
my last lunch, di tahu lembang, masi aroma orang kedinginan, dan itu adalah makan penuh saya yang terakhir sampai saya nulis blog ini. laper, cuman ego hati dan otak saya mengatakan saya belum pengen makan. disana ada mbak-mbak cantik, banyak anak kecil, makanannya enak, tahunya juga enak. waws, ga terlupakan deh. besok, jika Tuhan mengijinkan, saya pasti kesana lagi. sadar hampir jam 4, masi dengan kebiasaan yang sama, belum beli tiket hehehe.... ya sutra, cepet-cepet pulang ke bawah. bubu bentar dan segera ke stasiun.
jam 18.14 tepat, almost, ayahnya yudis sama laras bilang, something happen with his lovely son and daughter. bad "injury" for me, because they are the reason for me to breath, and i do care with them. his words explain everything more than before, quietly hard. eventhought i'll try to save them, its really too late. ok, perhaps its better for everyone arround my litlle angels. i love you my kids, i'm sure your ayah and bunda always love you too, even ayah bundamu tidak saling mencintai lagi. baik-baik ya nak.

Aucun commentaire:
Enregistrer un commentaire