avril 06, 2009

apa salahku, terlalu sulit untuk dilupakan, terlalu sakit untuk diingat

duh, ini si imbas dari kawan saya, yang apes nasibnya, kalau saya boleh bilang. masi inget posting saya tentang the "W" factor, its about making and finding something, i'll share the story, ehms "her" story.
tak jauh beda dengan saya sie ceritanya, dalam menikmati kehidupannya, naik turun harapannya, dan melewati jenuhnya rasa senang serta bagaimana dalamnya tangisan diwajah yang dipaksakannya untuk selalu tertawa, but i love her, always adore for her, and all men arround her, want to get closer with her hehehe.... lebay....

if i were a boy....
it will changes everything, cuman dia wanita, dan dia bukan tipe wanita shopping for labels, menunggu mas-mas kaya yang datang padanya, mbayarin semua kebutuhannya, dengan membawa semua kekayaan orang tuanya. sehingga pada saat dia menyukai mas-mas tajir, yang membuatnya kaget bukan kepalang, almost, karena dia merasa mas-mas itu biasa ajah, dia diam saja awalnya, memendam semua sendiri, as usual, tidak berbicara apapun, dan berulang-ulang ingin untuk jahu-jahu sama mas-mas tadi, dulu, but yesterday, she said to me, he left me, like the others. heumsp, olrets, cuman after that kok dia nangis darah, set him free :p

cinta, susah ya, andai saya dia, i will feel that way, mencintai, sesakit apapun, ehms, ngomong si gampang, anytime i can, i do, perhaps, i always say please stay, just for a while, but take your time, whereever and whenever you go.... lucu ya, saya ga punya kenangan soal ini, i cant control my self, even at first day i meet him.

saya punya cerita, just for fun, not a bad story in relationship juga seh, hanya saja, untuk saya renungkan dengan nyaman. bentar ya, nulisnya disambi sarapan, makan siang, sama dinner :P maklum lagi ribut sama badan, jadi males makannya kambuh. kfc yang masi segeprok ajah dianggurin, padal di postingan saya sebelumnya saya sangat gila kfc.
inget ya, ini hanya sekedar cerita, dan jika nantinya akan menjadi opini, dan pendapat, sebaiknya jangan menyalahkan, atau menghakimi, lagipula ini khan cuman cerita. saya masih sanggup bercerita, karena saya ingin semua baik-baik saja, termasuk saya.

saya punya seorang teman, tepatnya seorang adik yang manis, saya berbagi banyak hal dengan dia, namun entah dengannya. hal-hal seru dan lucu, selalu menyenangkan diceritakan padanya, namun entah dengannya. hal-hal sedih yang menimbulkan air mata, nyaman mengalir saat disharekan dengannya, namun entah dengan dia. saya baru menyadarinya, hanya saya, dan bukan tentang dia, saya egois ya? sungguh, saya menyadari, saya tidak tahu dimana rumahnya, dimana tempat tinggalnya, bahkan saya tidak tahu kapan dia berulang tahun. idiot banget ya, kok bisa saya setega itu. maafkan aku ya, wes telat mbakyu.

suatu saat, adik manis saya ini, bertemu dengan wanita yang menurutnya disayanginya, yang menurutnya jika akan mendampinginya, akan menjadi istri yang bawel. akhirnya dia bercerita, pikir saya. namun it's done, buat adik manis saya itu.
dia, adik manis saya itu, menghapus wanita itu dari hidupnya, ehms, terbalik mungkin, dia berusaha menghapus dirinya dari wanita itu. i know, but i cant do anything. mencegah semua sudah terjadi, melarang saya juga tidak berdaya, hanya diam, dan membiarkan wanita itu terusir dari hidupnya. entah, apakah mereka masih saling memandang, atau mereka langsung berpaling. apakah wanita itu akan menangisi adik manis saya itu sampai 100 hari seperti cerita yang diungkapkan pada saya, saat saling teringat nanti saya tidak tahu. yang saya tahu, judul posting saya, apa salahku, terlalu sulit untuk dilupakan, terlalu sakit untuk diingat, pasti bisa menjelaskan semuanya. hehehe.... sok teu ya, alhamdulillah aja sie, masi bisa sok tau.

adik manis, jika kau masih meluangkan waktu membaca tulisanku, disela kau menjalani harimu, disisi kau melakukan rutinitasmu, disaat kau meraih mimpimu agar menjadi kenyataan, yakini dirimu dan langkahmu, meski menurutku yang kau lakukan tidak sepenuhnya benar. janjimu, yang pernah kau ucapkan, yang membuatnya bisa melewati waktunya, saat kau menariknya, kata-katamu, tak kau bayangkan kah keadaannya sekarang? walaupun aku tahu, kau juga sama seperti dia. tidak dilupakan, namun tidak akan pernah diingat-ingat lagi. apa bedanya?

mas sigit, pinjem kata-katanya bentar ya, hanya untuk judul tulisanku ini kok, i lost all of my words sieh, before and after, but many thanks for let me go home.
ehms, saya tidak berusaha membuat segala sesuatu menjadi baik untuk saya sendiri, berusaha tampak baik atau seolah-olah terlihat bahagia atas semua yang sudah saya alami. kalo kata muse si, now, i'm busy mending broken pieces of the life i had before.

And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that - Home


Aucun commentaire: