février 16, 2010

hal tabu yang saya lakukan...........

menyedihkan mengakui, hari ini saya bertemu dengan salah satu donor kesayangan saya dari Swiss, dia sengaja menyempatkan diri untuk mengunjungi kantor saya dan membawakan coklat buat saya. padahal di pesbuk, saya menolak coklat, cuman kalau asli dari Swiss mana berani saya tolak, dan yang paling parah, tabu nih, saya menangis, ga cuman nangis, ngguguk ngono kae lah, menyeramkan sedunia, dan pada akhirnya dia, donor saya yang cantik ini, tidak hanya sekali memeluk saya. banyak cerita yang saya pendam ingin saya ceritakan, hanya saja, saya hanya punya waktu 15 menit.

kapan ke Swiss wanda?
OMG, jika saya dapet beasiswa atau ada bule Swiss yang mendadak jatuh gila atau mau membiyayai hidup saya seumur hidup maka saya akan ke Swiss, menengok ibu donatur saya yang saya kasihi ini. soal ini sih sumpah, pikiran paling tabu yang saya miliki ;-)

yang lainnya, hape saya yang saya dengung-dengungkan hilang, mendadak ketemu di wadahnya, yang nyelip di tas saya. dan yang paling ok, saya menemukan banyak sms yang menggunakan kata bunda disana. OMG. karena tidak mau menabukan diri lebih jauh lagi, maka saya terpaksa mengurungkan niat untuk membaca sms-sms tersebut.

again, saya masih soooooooooooooo ABG, masih aja menyempatkan diri untuk membuka account pesbuk milik mantan saya hehehehe... ibu-ibu kayak gini lo, kok bisa-bisanya ya, entah. kadang rasa ingin tau memang mengalahkan segalanya ya. namun demi tidak ingin bertabu-tabu ria lagi, udah lah, saya sendiri punya pekerjaan yang sangat banyak hanya untuk sekedar membuka account pesbuk buat aneh-anehan lagi.

yang lain, saya kok mendadak keranjingan ngegame yah, gawat ini, karena game saya tu ga mencerdaskan otak banget deh, mendingan pesbukan daripada ngegame.

PS. Ayah, apa kabar?

février 10, 2010

tindakan bodoh saya minggu ini, heums...

pertama, saya mau bayar pajak si kuning, dan dengan PDnya sama adek saya ke agen eh, ternyata BPKB tak dibawa, wuah, bodohnya.....
dan saya terpaksa membiarkan semua uang di dompet saya berpindah tangan, demi kebaikan si kuning.

kedua, saya belanja sama adek saya, berbekal duit 500 ribu dan uangnya nyaris kurang. dengan perasaan hina dina saya bilang ke mas kasirnya, mas, saya cuman bawa uang 500 ribu kalau kurang ada yang ga jadi ya, dan teryata pas saya buka dompet, alhamdulillah, masih ada 200 ribu, dan dengan belanjaan saya bejibun sampai saya ga bisa bawa tanpa troli, maka dapat dipastikan kalau saya akan menjadi kere selama sebulan kedepan, hiks...
tapi yang penting, mulai dari urusan make up sampai dapur, udah beres lah sampai sebulan kedepan, adekku juga ga merengek-rengek macem-macem.

ketiga, akibat make AXE, saya jadi ikut-ikutan asisten saya telpon ke nomer premium itu. penasaran, habis dia bisa dapet blackberry gretongan hanya berbekal telpon. dan saya juga dengan ridho dan iklas, pencet-pencet satu sampai 4 apa ya, dan berbuntut pada menyanyi lagunya peterpan yang topeng. i have no idea, except lagu wajib termehek-mehek itu. lucu khan? dengan suara pas-pasan mau ngalahin ariel peterpan, haduh.

keempat, dulu setiap saya liat lipina, pasti ser-seran. nengok warnet bebas pulsa saya di beberapa tempat, sebelumnya pasti menyempatkan diri buat clingak-clinguk bentar. namun sekarang, semua sudah lewat, masa itu sudah hampir saya sisihkan. i'm almost there. ngintip dikit masih saya anggap wajar, namun saya terlalu banyak pekerjaan hanya untuk sekedar mengintip. hold on, kayaknya humiliated banget deh, cuman saya merasa lebih baik sekarang. even masih merasa sangat sangat idiot dalam beberapa hal.

kelima, bukan saya yang bodoh, cuman orang-orang yang tertipu gara-gara pilem berjudul from paris with love. hahahahaha.... pilem eksen terlucu yang pernah saya liat lah.

PS. Ayah, I can read your future ;-)

février 03, 2010

i do regret

perjalanan dari atas sore ini membuat saya belajar banyak pada mantan atasan saya tentang banyak hal, termasuk menjadi idiot karena cinta. saya melakukannya, tidak hanya menjadi kekanak-kanakan karena cinta, tapi menjadi idiot karna cinta. namun hari ini saya ingin menjadi sembuh dari keidiotan saya, secara wajar tanpa perlu pengobatan.

malam ini, masih dengan cerita yang sama, sepulang dari atas, saya adu mulut yang sangat hebat, kejam, sinis, mengerikan, saling berargumen dan sangat tajam, tidak ada yang mau mengalah dan saling menyerang, penuh dengan triakan. namun saya sadar, saya tidak harus menjadi idiot untuk bisa menjadi cerdas. pada akhirnya saya juga yang mengalah, demi rasa ketidakidiotan yang mendadak ingin saya miliki, diam, dan sempat berujar kata-kata aku iri. iri, ya hanya iri.
untuk kasus ini, saya selalu berterima kasih, saya menjadi manusia, yang tidak bisa tidak pada iri dan diperbolehkan untuk tidak melakukan segala sesuatu dengan logika.

dalam bayangan saya saat pulang tadi, saya sedang duduk di depan laptop saya ditemanin kacang bawang dan banyak botol vodka di sekitar saya. entah, dibandingkan dengan yang lainnya, saya sangat cinta mati sama vodka. (mantan) pacar saya dulu yang ngajarin, dan masih (sering) terbawa sampai sekarang, dan saya hanya meminumnya saat sedang tidak punya koneksi yang bagus dengan hati dan otak saya, seperti sekarang ini, namun malam ini, saya memilih untuk bertindak cerdas dengan hanya duduk di depan laptop, tidak ditemanin apapun, no more mistake.

akhirnya saya lelah, terlalu lelah pada iri saya, iri pada dia yang sakit, dan saya sendiri sampai sekarang, tidak tahu saya sakit atau tidak. apakah karena saya dicap sehat dan utuh maka saya tidak boleh iri? apakah jika hati saya sakit itu bukan sakit? apakah harus pulang dan bertemu, hanya karena terpaksa? apakah semuanya memang karena kamuflase? i do regret...

saya tidak mau terpaku pada hal ini lagi, saya tidak ingin menjadi idiot selamanya. saya ingin bebas dari rasa idiot saya, dan saya harap selamanya.

PS. Ayah, mari musnahkan idiot kita ini, saat ini juga, pelan-pelan saja