kemaren saya menulis bahwa tidak mudah menjadi bill clinton. mulai dari perjalanannya menjadi sosok nomor 1 di amerika sampai menghadapi skandal yang tidak bisa dielakkan saat dia sudah menjadi orang nomor 1 di amerika. perjalanan bill clinton terekam jelas di hati para pendukungnya. saya bukan pendukung bill clinton, namun saya menyadari susah sekali menjadi calon presiden. saya bilang jadi calon lo. dengan adanya skandal aja udah pasti gagal deh.
thanks God, dia ada di tangan yang tepat, istrinya, yang selalu mendukung dia. untung juga saya bukan istrinya bill, tak uleg kalau sampai suami saya selingkuh sama banyak wanita, bill yang ketahuan cuman satu, padahal ternyata jahu lebih banyak. mulai dari kawan dekat hilary, miss amerika sampai asistennya sendiri. ampun....
memang gitu kali ya, makin mapan, makin jadi penguasa maka semuanya bisa aja terlaksana.
heumps....
suami saya ditawarin jadi manajer di tempat dia bekerja sekarang, namun entah kenapa saya belum bisa mensyukurinya. meninggalkan kota saya sekarang, bukan pilihan yang bijaksana bagi saya, ada banyak hal yang terjadi di sini. saya bahkan belum memutuskan banyak hal untuk hidup saya sendiri. dan entah, saya seperti terpatri untuk tidak melakukan apa-apa. bagi beberapa orang itu pasti tindakan yang bodoh, namun bagi saya, jika dunia penuh orang pintar bagaimana dengan keseimbangan.
become a geisha is not a destiny, become a geisha because no choise. akhirnya selesai juga melihat filemnya rob marshall, hampir beberapa hari mantengin leptop ga ada habisnya, namun selalu ketiduran. banyak yang bilang bagus, namun sama banyaknya dengan yang bilang jelek. bukan karna ada ken watanabe saya jadi melihat film ini, namun lebih kepada seni tentang geisha dan pejalanan menjadi geisha itu sendiri, relatif sulit. namun saya memang tidak akan mungkin bisa menolak ken watanabe dan gong li. dasyat sekali mainnya, cara mereka main di pilem ini heumps, keyen deh.
dari pilem ini saya hanya mempelajari bagaimana seharusnya wanita bersikap dan bertindak. wajah cantik bukan kunci utama, apalagi jika tidak dibarengi dengan tingkah laku yang smart. saya meyakini tidak akan pernah bisa menjadi geisha, terlalu banyak yang dikorbankan. cara tidur, cara berjalan, cara duduk, belajar menari dan berdandan. but practice make perfect. si geisha muda yang ga tau apa-apa, bisa juga kok menjadi top geisha, dan waduh, diperebutkan banyak pria. dari sini juga saya belajar bagaimana menahan perasaan. semoga saya makin memampukan diri saya untuk itu.
PS. Ayah, are you listening me?
thanks God, dia ada di tangan yang tepat, istrinya, yang selalu mendukung dia. untung juga saya bukan istrinya bill, tak uleg kalau sampai suami saya selingkuh sama banyak wanita, bill yang ketahuan cuman satu, padahal ternyata jahu lebih banyak. mulai dari kawan dekat hilary, miss amerika sampai asistennya sendiri. ampun....
memang gitu kali ya, makin mapan, makin jadi penguasa maka semuanya bisa aja terlaksana.
heumps....
suami saya ditawarin jadi manajer di tempat dia bekerja sekarang, namun entah kenapa saya belum bisa mensyukurinya. meninggalkan kota saya sekarang, bukan pilihan yang bijaksana bagi saya, ada banyak hal yang terjadi di sini. saya bahkan belum memutuskan banyak hal untuk hidup saya sendiri. dan entah, saya seperti terpatri untuk tidak melakukan apa-apa. bagi beberapa orang itu pasti tindakan yang bodoh, namun bagi saya, jika dunia penuh orang pintar bagaimana dengan keseimbangan.
become a geisha is not a destiny, become a geisha because no choise. akhirnya selesai juga melihat filemnya rob marshall, hampir beberapa hari mantengin leptop ga ada habisnya, namun selalu ketiduran. banyak yang bilang bagus, namun sama banyaknya dengan yang bilang jelek. bukan karna ada ken watanabe saya jadi melihat film ini, namun lebih kepada seni tentang geisha dan pejalanan menjadi geisha itu sendiri, relatif sulit. namun saya memang tidak akan mungkin bisa menolak ken watanabe dan gong li. dasyat sekali mainnya, cara mereka main di pilem ini heumps, keyen deh.
dari pilem ini saya hanya mempelajari bagaimana seharusnya wanita bersikap dan bertindak. wajah cantik bukan kunci utama, apalagi jika tidak dibarengi dengan tingkah laku yang smart. saya meyakini tidak akan pernah bisa menjadi geisha, terlalu banyak yang dikorbankan. cara tidur, cara berjalan, cara duduk, belajar menari dan berdandan. but practice make perfect. si geisha muda yang ga tau apa-apa, bisa juga kok menjadi top geisha, dan waduh, diperebutkan banyak pria. dari sini juga saya belajar bagaimana menahan perasaan. semoga saya makin memampukan diri saya untuk itu.
PS. Ayah, are you listening me?

Aucun commentaire:
Enregistrer un commentaire