mencoba bangun pagi dan segera mengisi perut... sampai makku kaget dan bertanya, ada apa gerangan sampai anaknya makan pagi-pagi buta, pasalnya saya kehungryan berat, dan memutuskan untuk segera makan aja hehehe.... dan untungnya menunya cukup okeh, many thanks mom, i love my first breakfast time.
sebenarnya udah dari semalem sempoyongan, pas lagi telpon-telponan, dan tidak juga segera memutuskan untuk makan, berbagai alasan diajukan untuk menolak permohonan perut agar segera diisi lambungnya, kasian kandungannya deh, saya ga bisa memahami otak saya, heumps... mahapskan aku ya saluran pencernakanku. aku tidak memberikan yang terbaik buat kalian padahal kalian sudah memberikan segalanya padaku. semoga kalian tidak lelah untuk tetap bersamaku, jangan sampai tidak mencintaiku dan nakal sehingga mengganggu fungsi hidupku.
pengantarnya saya menulis sambil mendengarkan des'ree yang I'm kissing you, its just like a gift song, jadi teringat kisah romeo and juliet, pas lagi ketemu di aquarium tu, dan leonardo masi imut-imut banget, dan pas romeo terima kabar juliet mati, saya lupa-lupa ingat. long time no see hehehe.....
bukan tentang ceritanya cuman tentang liriknya, dengan bahasa inggris pas-pasan macam saya mana mungkin saya paham lagu-lagu aneh, apalagi saat ini my body is not delicious, makin berkurang kemampuan otaknya dan memilih idle, kayaknya otak saya tu fly without me deh, jadi bodone tikel banyak.
metal time aja ya, daripada saya bersoneta kayak teman saya, mendingan saya cerita sedikit. jaman purba dulu, saya akui saya orang yang sangat-sangat mencintai satu lelaki dalam hidup saya, yaitu Tuhan saya, namun beberapa abad kemudian bermunculan laki-laki dalam hidup saya, mulai dari ayah saya sampai dengan keponakan saya, maka mau tidak mau saya pun membagi cinta saya kepada mereka. berjuta tahun kemudian saya menemukan bahwa tidak hanya itu lelaki di dunia, akhirnya saya bertemu dengan lelaki lain, yang kemudian menjadi kawan, teman, sahabat, dan saudara. saya pun tanpa meminta maaf pada lelaki pertama saya, perlahan mulai meninggalkannya dan membagi cinta saya. terakhir saya bertemu dengan sosok pria lain yang tidak bisa saya katakan dia masuk jajaran apa, saya yang sudah membagi cinta saya pada banyak lelaki itu pun, mulai mengumpulkan sisa-sisa cinta saya yang masih ada untuk saya berikan padanya. namun saya tidak pernah tau cukupkah cinta saya padanya, dalam porsi yang berbeda, saya bukan orang yang adil, dalam proses membaginya. walaupun saya berusaha sebaik mungkin, dan bertindak untuk mencoba sesempurna mungkin namun tetap saja, kadar cinta saya tidak pernah cukup untuk mereka semua disaat mereka membutuhkannya.
sampai di satu titik saya memohon pada pria pertama saya, agar dia mendatangkan lelaki yang benar-benar saya ingini menjadi yang terakhir pada saya, dalam lelahnya saya dan setelah mimpi-mimpi saya tentang kehidupan mulai meluntur, saya hanya memohon agar lelaki yang benar-benar saya ingini menjadi yang terakhir dan yang benar-benar saya inginkan itu menoleh pada saya, dan memang dia menoleh pada saya akhirnya, dengan caranya, dengan ketulusannya, dengan pandangannya, dengan segala kelemahan dan kelebihannya, dan dengan seluruh paket yang harus saya terima dari dia, dia menoleh pada saya tanpa memuja tanpa banyak bertanya dengan rapuhnya hidup saya, pun juga tanpa bisa saya logika.
namun semua itu tentu saja dengan kebaikan pria pertama saya, saat melihat saya mengetuk di pintunya, sehingga entah dengan cara bagaimana dia bisa membuat lelaki yang benar-benar saya ingini menjadi yang terakhir itu menoleh pada saya. dan saat masa itu datang, dengan nafas yang sesak, dengan air mata yang meliputi hati saya, dan dengan sisa cinta saya, sambil bepegangan tangan saya hanya mengatakan sekali dalam hidup saya, meskipun saya akan mengingkari dan berulangkali akan mengatakan, bahwa saya menyayangi dia dan berterima kasih padanya karena dia bisa melengkapi hidup saya, meskipun saya tidak bisa menjanjikan bahwa pasti akan bahagia, atau pasti akan hanya ada saya dan dia, tetapi saya bisa berjanji bahwa saya ada saat dia ingin berbagi, saya ada untuk berproses dengannya dan saya akan belajar untuk membuatnya ada di jajaran atas poin hidup saya, tidak akan mengalahkannya dan memilih update pesbuk dibandingkan mengangkat telponnya atau merawat anak-anaknya nanti hehehe... je t'aime mon mari....
Par moments, je ne peux pas aller
Par moments, je peux respirer heardly
Lorsque vous dites que vous m'aimez
Le monde va encore
Donc, toujours à l'intérieur
Lorsque vous dites que vous m'aimez
Pour un instant
Il n'y a pas d'autre
Lorsque vous dites que vous m'aimez
Savez-vous ...
Comment Je t'aime
sebenarnya udah dari semalem sempoyongan, pas lagi telpon-telponan, dan tidak juga segera memutuskan untuk makan, berbagai alasan diajukan untuk menolak permohonan perut agar segera diisi lambungnya, kasian kandungannya deh, saya ga bisa memahami otak saya, heumps... mahapskan aku ya saluran pencernakanku. aku tidak memberikan yang terbaik buat kalian padahal kalian sudah memberikan segalanya padaku. semoga kalian tidak lelah untuk tetap bersamaku, jangan sampai tidak mencintaiku dan nakal sehingga mengganggu fungsi hidupku.
pengantarnya saya menulis sambil mendengarkan des'ree yang I'm kissing you, its just like a gift song, jadi teringat kisah romeo and juliet, pas lagi ketemu di aquarium tu, dan leonardo masi imut-imut banget, dan pas romeo terima kabar juliet mati, saya lupa-lupa ingat. long time no see hehehe.....
bukan tentang ceritanya cuman tentang liriknya, dengan bahasa inggris pas-pasan macam saya mana mungkin saya paham lagu-lagu aneh, apalagi saat ini my body is not delicious, makin berkurang kemampuan otaknya dan memilih idle, kayaknya otak saya tu fly without me deh, jadi bodone tikel banyak.
metal time aja ya, daripada saya bersoneta kayak teman saya, mendingan saya cerita sedikit. jaman purba dulu, saya akui saya orang yang sangat-sangat mencintai satu lelaki dalam hidup saya, yaitu Tuhan saya, namun beberapa abad kemudian bermunculan laki-laki dalam hidup saya, mulai dari ayah saya sampai dengan keponakan saya, maka mau tidak mau saya pun membagi cinta saya kepada mereka. berjuta tahun kemudian saya menemukan bahwa tidak hanya itu lelaki di dunia, akhirnya saya bertemu dengan lelaki lain, yang kemudian menjadi kawan, teman, sahabat, dan saudara. saya pun tanpa meminta maaf pada lelaki pertama saya, perlahan mulai meninggalkannya dan membagi cinta saya. terakhir saya bertemu dengan sosok pria lain yang tidak bisa saya katakan dia masuk jajaran apa, saya yang sudah membagi cinta saya pada banyak lelaki itu pun, mulai mengumpulkan sisa-sisa cinta saya yang masih ada untuk saya berikan padanya. namun saya tidak pernah tau cukupkah cinta saya padanya, dalam porsi yang berbeda, saya bukan orang yang adil, dalam proses membaginya. walaupun saya berusaha sebaik mungkin, dan bertindak untuk mencoba sesempurna mungkin namun tetap saja, kadar cinta saya tidak pernah cukup untuk mereka semua disaat mereka membutuhkannya.
sampai di satu titik saya memohon pada pria pertama saya, agar dia mendatangkan lelaki yang benar-benar saya ingini menjadi yang terakhir pada saya, dalam lelahnya saya dan setelah mimpi-mimpi saya tentang kehidupan mulai meluntur, saya hanya memohon agar lelaki yang benar-benar saya ingini menjadi yang terakhir dan yang benar-benar saya inginkan itu menoleh pada saya, dan memang dia menoleh pada saya akhirnya, dengan caranya, dengan ketulusannya, dengan pandangannya, dengan segala kelemahan dan kelebihannya, dan dengan seluruh paket yang harus saya terima dari dia, dia menoleh pada saya tanpa memuja tanpa banyak bertanya dengan rapuhnya hidup saya, pun juga tanpa bisa saya logika.
namun semua itu tentu saja dengan kebaikan pria pertama saya, saat melihat saya mengetuk di pintunya, sehingga entah dengan cara bagaimana dia bisa membuat lelaki yang benar-benar saya ingini menjadi yang terakhir itu menoleh pada saya. dan saat masa itu datang, dengan nafas yang sesak, dengan air mata yang meliputi hati saya, dan dengan sisa cinta saya, sambil bepegangan tangan saya hanya mengatakan sekali dalam hidup saya, meskipun saya akan mengingkari dan berulangkali akan mengatakan, bahwa saya menyayangi dia dan berterima kasih padanya karena dia bisa melengkapi hidup saya, meskipun saya tidak bisa menjanjikan bahwa pasti akan bahagia, atau pasti akan hanya ada saya dan dia, tetapi saya bisa berjanji bahwa saya ada saat dia ingin berbagi, saya ada untuk berproses dengannya dan saya akan belajar untuk membuatnya ada di jajaran atas poin hidup saya, tidak akan mengalahkannya dan memilih update pesbuk dibandingkan mengangkat telponnya atau merawat anak-anaknya nanti hehehe... je t'aime mon mari....
Par moments, je ne peux pas aller
Par moments, je peux respirer heardly
Lorsque vous dites que vous m'aimez
Le monde va encore
Donc, toujours à l'intérieur
Lorsque vous dites que vous m'aimez
Pour un instant
Il n'y a pas d'autre
Lorsque vous dites que vous m'aimez
Savez-vous ...
Comment Je t'aime

Aucun commentaire:
Enregistrer un commentaire