mars 08, 2009

kagum atau mengagumi....

ini tulisan saya pertengahan januari kemaren, lumayan juga si... its part of memories di blog saya sebelumnya.

entah mengapa saya memilih beli bukunya arswendo akhir tahun kemaren, biasanya untuk melengkapi buku bergenre kayak gitu saya sangat pelit bukan irit, karena bagi saya buku kayak gitu agak berat buat daya pikir otak saya yang terbatas. why do why?
bukan gengsi, bukan juga sok sastra, bukan juga buat gaya-gayaan si beli buku buat saya, lebih pada kebutuhan saya untuk membaca. ada suatu waktu saya doyan banget baca komik sampai tidak mempedulikan lagi kanan kiri saya yang bacaannya harry potter atau bukunya pakde pram. pernah juga saya malas banget baca buku, sukanya baca majalah wanita, pikir saya ga masalah, toh majalah wanita dibuat oleh wanita dan memang ditujukan untuk wanita.

saya akui saya ini pecinta buku dengan genre yang tidak wajar, saya sangat suka kamus, sungguh, kalau ini tidak maen-maen. saya kerja kadang-kadang multi language, jadi mau ga mau kemana-mana bawa kamus. nomer dua, saya sangat mengidolakan ayu utami sama djenar, semua bukunya saya punya. koleksi pram saya entah pada kemana, andrea hirata si masi lumayan lengkap. chicklit sampe teenlit juga ada, bahkan saya juga beli aku-nya chairil anwar yang di AADC, simbah coelho ada juga, untuk agatha cristie masi coba saya lengkapi, komik saya aduh sampe saya hibahkan ke beberapa orang saking banyaknya, sepertinya saya terobsesi punya perpustakaan sendiri, yang akan saya masyarakatkan, istilahnya peminjaman buku atau sewa buku untuk kalangan terbatas. semoga...

soal arswendo, 3 cinta 1 pria, aneh si buat saya buku ini. daya imajinasinya si arswendo berlebihan, sungguh, namun siapa yang melarang. disitu diceritain si bong (lucu khan namanya, ga ada yang sempet mikir mau namain tokohnya dengan nama bong), pacaran ah, ga ah, mungkin saya lebih suka dengan kata dekat, dekat dengan beberapa wanita multigenerasi. mulai dari si nenek yang sebaya sama si bong, sampai cucu si nenek itu sendiri. disini yang saya agak ragu, kalau saya si jelas-jelas ga mungkin bisa cinta sama kakek-kakek, tapi yang namanya imajinasi khan ga terbantahkan.
sampai saya selesai membaca bukunya, saya belum bisa menyelami perasaan si bong, yang bisa membagi cintanya untuk 3 wanita, entah karena keharusan, keterpaksaan, tanggung jawab, kebutuhan atau keinginan yang tidak bisa dielakkan. dan yang menjadi permasalahan 3 wanita itu adalah sedarah seketurunan. saya lupa di adat budaya mana, tapi memang bisa bila si kakak mati maka posisi kakak bisa digantikan adeknya atau sodara yang mau, untuk meneruskan garis keturunan, namun untuk kasus si bong khan beda. mungkin akan menjadi agak-agak aneh bagi beberapa orang lain, dan akan menyambung ke arah poligami dan monogami area, cuman di cerita ini tidak ada pernikahan untungnya, bahkan sampai di halaman cerita berakhir belum diputuskan apakah si bong akan menikahi ketiganya atau salah satunya saja? saya tidak bisa menebak sebenarnya siapa yang dicintai bong dengan iklas, apakah sang nenek, si ibu, atau cucunya. entah, saya juga tidak mau tahu.
yang masih saya pusingkan, bagaimana sosok bong yang menurut saya digambarkan arswendo tidak manusiawi, namun dia bisa dicintai dengan begitu dalam oleh tiga wanita. bagaimana juga sosok tua bong masih saja diidolakan remaja-remaja. how do i know this, jadi tanya aja sama arswendo ya kenapa si bong sampai tua tetep dibuat single dan available hehehehe............

mungkin hanya si nenek yang bisa mengamini apa kata arswendo di bukunya yang berbunyi, bedanya suami dengan kekasih adalah kekasih bisa dengan mudah berubah menjadi suami, sementara suami susah menjadi kekasih. untuk bisa merasakan perbedaan itu, satu-satunya jalan adalah memiliki suami dan kekasih. karna dia jelas-jelas bersuami dan dia menjalani hubungan sama si bong. even ga vulgar banget juga si arswendo bahas masalah hubungan si nenek sama si bong dan si nenek sama suaminya. jadi dunia poliandri tu ada, even cuman di buku cerita.

PS. for monyetku, si mas-mas yang ngakunya paling cakep sekontrakan toga dan katanya udah dipindah dari divisinya di togamas hehehe.... hopefully you will mengidami a part of bubbly, just simple song, favorit gw lagi, ga usah mukulin badan sendiri ya pak mulai sekarang, ntar salah mukulin orang lagi, inget sekarang udah kurus banget tha daging yang nempel di badanmu, ntar badanmu jadi makin remuk lo. ini bagian kesukaanku dari seluruh lirik lagu yang katamu lagu paling bagus di N73ku. resapi liriknya dan kau akan bisa menikmati rasanya.
it starts in my soul and i lose all control
when you kiss my nose
the feeling shows cause you make me smile
baby just take your time holding me tight
wherever you go, i'll always know cause you make me smile
even just for a while

Aucun commentaire: