sekedar penegasan, judul ini tidak berarti apapun, saya hanya mau sedikit pamer tentang saya, bandung, pink panther, dago, livina, zuppa soup, plus KFC, sama stasiun wates :P
jumat pagi, saya masi dengan ragu memutuskan ke stasiun dan mengambil antrian di loket, dalam hati bertanya, masihkah saya dapat tiket lodaya malam ini untuk kembali lagi ke bandung, setelah hampir satu tahun meninggalkannya, tanpa kesan, tanpa harapan, tanpa kepastian. apalagi bagi saya, menunggu adalah hal yang paling membosankan, mondar-mandir, toleh kanan kiri sambil menelpon dengan bingung, mungkin tepatnya setengah berharap, pas tiba giliran saya, saya sebutkan tujuan dan kereta yang saya inginkan dan waws, Tuhan berpihak pada saya, karena entah mengapa saya dapet juga tiketnya. masih ada, entah masih berapa tiket yang tersisa. setelah saya memegang tiketnya, saya tahu jalan masih panjang sampai saya naik ke kereta nanti malam. saya tidak menyiapkan apapun, mengepak baju pun sekedarnya, sedikit beban karena saya tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. saya masih akan melewatkan rutinitas pekerjaan saya di pupuk, namun karena ketegangan dan keriuhan pekerjaan saya disitu tidak tepat untuk disejajarkan dengan rencana kepergian saya ke bandung, walau ada beberapa yang sedikit berhubungan, namun itu bukan yang utama.
senja beranjak, masi di pupuk, mengerjakan pekerjaan yang harus saya sambangi, sambil membayangkan apakah bandung masih ok buat saya datangi. merenung sebentar, dan memaksakan diri untuk pulang. mengisi perut dengan tidak nyaman karena penuh dengan ketegangan, pyuh, ga normal. mandi, segera mengepak ulang dan berangkat. setiba di tugu, menahan nafas, karena akan pergi lagi keluar kota, setelah sekian waktu ngendon di jogja. sanggup ga ya di bandung, sendiri, tanpa kawan? hehehe.....
saatnya masuk dalam jajaran melankolis time.
memutuskan masuk ke dalam stasiun, menahan kantuk yang datang dan masih kebingungan akan berbuat apa, namun tiba-tiba dengan kenyataan di depan mata, bukan ngantuk yang dateng tapi syok hahaha.... ada mas-mas cakep lewat dan mata yang sudah setengah watt jadi terbelalak. makasi ya mas, kau membuat keteganganku bertambah parah, melihat kecakepanmu. jarang-jarang ada orang cakep masuk jogja, banyaknya khan di bandung tha?
akhirnya lodaya datang, dan perjalanan ke bandung yang sudah panjang akan terasa makin panjang, berpamitan pada orang tua, dan merasa lega bisa duduk dengan tenang. mencoba menetralisir perasaan, sambil mengingat apakah ada yang tertinggal? semua terlewat dan kereta pun segera berangkat. tiba di stasiun wates, suami memanggil, maksudnya si N73 berdering, melihat siapa, dan sudah mengerti maksudnya. sebelum itu lebih banyak lagi bunyi-bunyian dari hape saya, agak mengganggu, hanya saja saya pikir itu adalah perasaan akut yang sebelumnya mungkin tidak pernah mereka ungkap pada saya, entah mereka kecewa entah bahagia, saya tidak ingin memikirkannya. untuk sekelas senior painens manajer, banyak sms dan telpon sudah biasa, namun entah mengapa mendengar rencana saya ke bandung, tiba-tiba sms dan telpon yang datang jauh lebih banyak lagi, apa yang terjadi? bingungs, wong saya ke bandung khan tujuan jelas, mau jalan-jalan setelah melakukan sedikit pelatihan hehehehe.....
disebelah saya, maksud saya, yang duduk disebelah saya dalam perjalanan ke bandung, dari stasiun wates si mas-mas cakep, yang tadi bertemu di stasiun, yang kecakepannya membuat saya mabuk bukan kepalang hehehe..... berlebihan, amat sangat. ga tau tadi dia ada dimana, kok tiba-tiba nongol, mungkin sebelumnya dia salah gerbong dan diusir sama pemiliknya. rasa kantuk yang dari tadi tuing tuing tak karuan luruh sehingga sepanjang perjalanan saya isi dengan berbicara dengannya, saling mengenal, saling memahami, walah, nek iki ngapusi. maklum, sudah lama tidak melakukan perjalanan panjang, jadi wajar kalau saya mencoba mencari teman, saya pikir dia pun demikian, sama-sama bercerita, tentang banyak hal. welcome stranger ^-^
dan tiba-tiba baru terasa lapar. aroma KFC yang sudah tidak kemripik terasa enak di hidung, dan di daerah mana ya, purworejo atau kutoarjo makanlah saya dan dia, ndilalah kok bekalnya ya sama, kenyang dan tidak bobo, bingungs ga bisa ngapa-ngapain, diem aja deh, di perbatasan jawa tengah dan jawa barat, masih menurut mas-mas cakep tadi, saya memilih minum susu, karena entah mengapa, perutnya melilit, ga enak banget. dan kembali, perjalanan kebandung diteruskan. btw, kayaknya si mas disamping saya tu sangat menikmati perjalanannya, entah, kalau saya amati dari tadi, dia tu senyum-senyum sendiri. mungkin pengalaman pertamanya duduk di sebelah mbak-mbak cantik hehehehe.... narsis mode:on. saya merasa sedikit terlelap, namun akhirnya memutuskan terjaga, menikmati heningnya malam, halah, ra mutu. namun sebelum saya terlelap dengan sukses, mas-mas itu berkata, bahwa dia sangat menyukai malam itu, katanya dia merasa sudah dewasa dan mempunyai keluarga sendiri, bingung dengan kata-katanya sehingga saya memlilih terlelap. namun ternyata lelapnya saya hanya sebentar, almost 1-2 jam ajah, gimana ga terjaga pas di daerah tasik, ada banyak hal yang terjadi, si mas-mas cakep sebelah saya tadi kesemutan kakinya, aduh, agak panik juga, kenapa bisa sampe kesemutan, apa dosa saya padanya hehehe.... cuman habis itu dia malah ketawa-ketawa, sempat melihat pada saya, melirik mungkin tepatnya, saya yang masi pada taraf bingung, akhirnya hanya bisa ketawa juga, setelah awalnya mati-matian menahan tawa.
masuk bandung, pagi-pagi, semrawut, ga karuan, ga nyaman, banyak angkot beterbangan di jalanan, puyeng tidak karuan. dan saya memutuskan melongok kantor pupuk bandung bentar hahahaha..... masi tutup, namun kok kantornya lebih ok dibanding pupuk jogja, di daerah arcamanik, yang makin mengsebalkan kalau saya kesana lagi sendirian ditanggung hilang, belak-belok, jahu dari jalan raya huhuhuhu.... mungkin tepatnya jahu dari peradaban. akhirnya poto-poto dengan biadab, belum mandi, belum gosok gigi, muka masi kuyu dan menahan capek. namun panggilan alam, mengalahkan segalanya, sehingga saya segera mencari pom bensin, dan tara.... miscarriage time, sehingga mau ga mau segera menuju penginapan setelah sebelumnya pontang-panting nyari roti, namun tanda-tanda kali ini tidak jelas bangets, ga dengan amarah meledak pun juga perut sakit. entah, tak terasa sakitnya sama sekali. di penginapan, masi pagi, masi lelah, sehingga ganti baju aja dan segera menuju kasur. rehat sejenak, agar wajah tetap terawat. guling-gulingan katanya boboku, mahaps kalau sempat menendang atau menggelinjang hehehe....pertanyaannya saya nglindur ga ya, kalau nglindur aneh-aneh gaswat dungs ^-^
pinali, nonton pink panther 2, naik lipina, di paris pan japa, sumpeh aye kayak orang udik masuk kota, banyak orang cakep, jadi mata rasanya terpuaskan. cuman kok semua orang gayanya sama ajah. celana pendek hem longgar potongan rambut belah pinggir. ga bangest, aku cemburu. ehms tapi ada yang mengingatkan, bahwa lelaki tu tidak mencari kecantikan, tidak mencari materi, tidak mencari kepintaran dalam sosok wanita, namun kenyamanan, ketenangan sehingga bisa bersinergi dengan pasangannya. karena kata-kata tadi, si malaikat penjaga saya mungkin yang membisikkan pada saya, leganya, apalagi ada salah seorang yang mampir ke hidup saya mengakui kalau dia nyaman bersama pasangannya sekarang, walau proses untuk mengenal wanita itu sebentar, dan memang bukan waktu yang paling penting, bagi saya juga, tapi bagaimana cara menggunakan hati dalam sebuah hubungan, tidak peduli 2 minggu atau 4 tahun, bagi saya yang utama adalah bagaimana saling melengkapi, saling mengisi, dan proses melebur menjadi satunya.
yang terakhir soal dago dan zuppa soup ya, ehms, saya memang sangat suka zuppa soup, dan zuppa soup yang saya makan di daerah dago ini (semoga ga salah ya) enak banget, murah banget dan yummi bangets. dibandingin sama yang di paparons huhuhu... mahal ga enak, sama yang di pudpest juga. setelah di zuppa soup saya diajakin ke dago lebih atas lagi, wows, untung ga ujan malamnya, jam piro yo, hampir jam 9an mungkin, bagus banget, dan cozy banget, mengamati pemandangan bandung di malam hari, sambil bawa coklat panas di tangan, so romantic. tak terlupakan wes, sangat hangat meresap. saya menulis sambil merinding disko, karena indah banget, tak terungkap, padal mungkin bagi beberapa orang biasa aja, namun buat saya, yang wong ndeso iki, sangat-sangat dasyat.
besoknya, minggunya tepatnya, saya pulang. dan baru sadar jam 5 sore kalau tiket pulangnya belum ada, yer-yeran kepalaku, senin mesti kerja, dan belum ada tiket pulang, pengen nesu mbek sopo, jadi gemes, cuman sama siapa juga gemesnya, namun dengan gerakan enerjik, tiket berhasil dalam genggaman. dalam periode kegemesan belum dapat tiket, tiba-tiba ada yang bercerita pada saya tentang masa lalunya. mendengar ceritanya saya jadi tahu bagaimana rasanya cemburu, dalam artian yang sesungguhnya, bukan sekedar cemburu tempel atau cemburu manja yang saya lakukan sebelum-sebelumnya. sakitnya hati dan perihnya rasa, tanpa saya sadari saya menangis, amazing, seorang wanda terlunta-lunta, hanya karena mendengar cerita tentang seorang wanita yang mencintai pria, dan bagaimana pria itu menanggapinya, setahun membiarkan tanpa ada kepastian, tanpa kenyamanan, dan yang lebih parah lagi, pria itu membiarkan kawan-kawannya mengira bahwa mereka memang berhubungan padahal si pria berhubungan dengan wanita lain. oh, malangnya nasib wanita lain itu ^_^ cuman saya bisa apa, itu hanya sekedar cerita, menyarankan pun bukan tugas dan wewenang saya. akibatnya di perjalanan saya memilih diam, sambil melihat keluar, padahal diluar yang ada pemandangannya juga cuman hujan, mendung.
jam 6 tepat, saya di stasiun, menunggu kereta yang akan membawa saya ke jogja, perasaan kalut akan meninggalkan bagian cerita yang terlewati menjadi waktu paling sulit saat saya duduk sendiri di stasiun. dalam waktu 2 hari, ternyata hanya diperlukan waktu 2 hari, untuk menyadari bahwa bandung begitu indah untuk saya lewatkan. namun untuk memastikan saya bisa datang lagi atau tidak, saya tidak bisa, tidak tahu mungkin tepatnya.
jam 6.30 orang yang saya tunggu datang, masih dengan gaya yang sama, duduk di sebelah saya, sambil bercerita dan bertanya, tentu saja setelah sebelumnya saling menyapa. bersamanya saya membunuh sepi saya, dan kepadanya saya bercerita tentang tujuan hidup saya. saya merasa dia agak tertegun sambil memandang saya, namun hidup saya adalah pilihan saya, dan saya sudah memilih, dengan segala resiko yang akan saya hadapi nanti. saat dia ada dalam pilihan hidup saya, akan menjadi resiko dia yang juga akan saya tanggung.
jam 8.00 kereta saya berangkat, tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal pada para sahabat, yang sudah mengisi saya 2 hari ini di bandung. saya tidak berdoa, saya juga tidak berpamitan, mungkin karena saya tidak bertemu dengan banyak orang, namun saya sudah membuat kenangan, dan juga sudah banyak belajar, tentang bagaimana hidup dan cara menikmatinya. saya menyadari, kalau kedewasaan tidak bisa diukur dari berapa usia seseorang, tetapi dari caranya memaknai hidup. dan akhirnya saya melakukannya, pada cara saya memaknai hidup saya sekarang, menikmati apa yang bisa saya nikmati, melewati yang harusnya memang saya lewati, merenungi yang sebaiknya saya renungi, namun entah apakah artinya ini saya sudah dewasa?
saya terlampau membenci yang namanya perpisahan, apalagi saya orang yang sangat menyukai pertemuan, dan saya melakukannya, melakukan perpisahan. pernah saya mendengar kata-kata, mungkin kisah saya akan berakhir, dengan asumsi waktu yang makin berjalan kedepan, saya juga mengasumsikan kisah saya akan berakhir. i love this song, merci monsiuer mukti, pour cette chanson
Quiero mirarme en tus ojos,
sentirte muy cerca,
muy cerca de mí.
Piensa que tal vez
mañana ya
estaré muy lejos de tí.
Bésame, bésame mucho
como si fuera esta la noche
la última vez.
Bésame, bésame mucho
que tengo miedo a perderte,
perderte después.
jumat pagi, saya masi dengan ragu memutuskan ke stasiun dan mengambil antrian di loket, dalam hati bertanya, masihkah saya dapat tiket lodaya malam ini untuk kembali lagi ke bandung, setelah hampir satu tahun meninggalkannya, tanpa kesan, tanpa harapan, tanpa kepastian. apalagi bagi saya, menunggu adalah hal yang paling membosankan, mondar-mandir, toleh kanan kiri sambil menelpon dengan bingung, mungkin tepatnya setengah berharap, pas tiba giliran saya, saya sebutkan tujuan dan kereta yang saya inginkan dan waws, Tuhan berpihak pada saya, karena entah mengapa saya dapet juga tiketnya. masih ada, entah masih berapa tiket yang tersisa. setelah saya memegang tiketnya, saya tahu jalan masih panjang sampai saya naik ke kereta nanti malam. saya tidak menyiapkan apapun, mengepak baju pun sekedarnya, sedikit beban karena saya tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. saya masih akan melewatkan rutinitas pekerjaan saya di pupuk, namun karena ketegangan dan keriuhan pekerjaan saya disitu tidak tepat untuk disejajarkan dengan rencana kepergian saya ke bandung, walau ada beberapa yang sedikit berhubungan, namun itu bukan yang utama.
senja beranjak, masi di pupuk, mengerjakan pekerjaan yang harus saya sambangi, sambil membayangkan apakah bandung masih ok buat saya datangi. merenung sebentar, dan memaksakan diri untuk pulang. mengisi perut dengan tidak nyaman karena penuh dengan ketegangan, pyuh, ga normal. mandi, segera mengepak ulang dan berangkat. setiba di tugu, menahan nafas, karena akan pergi lagi keluar kota, setelah sekian waktu ngendon di jogja. sanggup ga ya di bandung, sendiri, tanpa kawan? hehehe.....
saatnya masuk dalam jajaran melankolis time.
memutuskan masuk ke dalam stasiun, menahan kantuk yang datang dan masih kebingungan akan berbuat apa, namun tiba-tiba dengan kenyataan di depan mata, bukan ngantuk yang dateng tapi syok hahaha.... ada mas-mas cakep lewat dan mata yang sudah setengah watt jadi terbelalak. makasi ya mas, kau membuat keteganganku bertambah parah, melihat kecakepanmu. jarang-jarang ada orang cakep masuk jogja, banyaknya khan di bandung tha?
akhirnya lodaya datang, dan perjalanan ke bandung yang sudah panjang akan terasa makin panjang, berpamitan pada orang tua, dan merasa lega bisa duduk dengan tenang. mencoba menetralisir perasaan, sambil mengingat apakah ada yang tertinggal? semua terlewat dan kereta pun segera berangkat. tiba di stasiun wates, suami memanggil, maksudnya si N73 berdering, melihat siapa, dan sudah mengerti maksudnya. sebelum itu lebih banyak lagi bunyi-bunyian dari hape saya, agak mengganggu, hanya saja saya pikir itu adalah perasaan akut yang sebelumnya mungkin tidak pernah mereka ungkap pada saya, entah mereka kecewa entah bahagia, saya tidak ingin memikirkannya. untuk sekelas senior painens manajer, banyak sms dan telpon sudah biasa, namun entah mengapa mendengar rencana saya ke bandung, tiba-tiba sms dan telpon yang datang jauh lebih banyak lagi, apa yang terjadi? bingungs, wong saya ke bandung khan tujuan jelas, mau jalan-jalan setelah melakukan sedikit pelatihan hehehehe.....
disebelah saya, maksud saya, yang duduk disebelah saya dalam perjalanan ke bandung, dari stasiun wates si mas-mas cakep, yang tadi bertemu di stasiun, yang kecakepannya membuat saya mabuk bukan kepalang hehehe..... berlebihan, amat sangat. ga tau tadi dia ada dimana, kok tiba-tiba nongol, mungkin sebelumnya dia salah gerbong dan diusir sama pemiliknya. rasa kantuk yang dari tadi tuing tuing tak karuan luruh sehingga sepanjang perjalanan saya isi dengan berbicara dengannya, saling mengenal, saling memahami, walah, nek iki ngapusi. maklum, sudah lama tidak melakukan perjalanan panjang, jadi wajar kalau saya mencoba mencari teman, saya pikir dia pun demikian, sama-sama bercerita, tentang banyak hal. welcome stranger ^-^
dan tiba-tiba baru terasa lapar. aroma KFC yang sudah tidak kemripik terasa enak di hidung, dan di daerah mana ya, purworejo atau kutoarjo makanlah saya dan dia, ndilalah kok bekalnya ya sama, kenyang dan tidak bobo, bingungs ga bisa ngapa-ngapain, diem aja deh, di perbatasan jawa tengah dan jawa barat, masih menurut mas-mas cakep tadi, saya memilih minum susu, karena entah mengapa, perutnya melilit, ga enak banget. dan kembali, perjalanan kebandung diteruskan. btw, kayaknya si mas disamping saya tu sangat menikmati perjalanannya, entah, kalau saya amati dari tadi, dia tu senyum-senyum sendiri. mungkin pengalaman pertamanya duduk di sebelah mbak-mbak cantik hehehehe.... narsis mode:on. saya merasa sedikit terlelap, namun akhirnya memutuskan terjaga, menikmati heningnya malam, halah, ra mutu. namun sebelum saya terlelap dengan sukses, mas-mas itu berkata, bahwa dia sangat menyukai malam itu, katanya dia merasa sudah dewasa dan mempunyai keluarga sendiri, bingung dengan kata-katanya sehingga saya memlilih terlelap. namun ternyata lelapnya saya hanya sebentar, almost 1-2 jam ajah, gimana ga terjaga pas di daerah tasik, ada banyak hal yang terjadi, si mas-mas cakep sebelah saya tadi kesemutan kakinya, aduh, agak panik juga, kenapa bisa sampe kesemutan, apa dosa saya padanya hehehe.... cuman habis itu dia malah ketawa-ketawa, sempat melihat pada saya, melirik mungkin tepatnya, saya yang masi pada taraf bingung, akhirnya hanya bisa ketawa juga, setelah awalnya mati-matian menahan tawa.
masuk bandung, pagi-pagi, semrawut, ga karuan, ga nyaman, banyak angkot beterbangan di jalanan, puyeng tidak karuan. dan saya memutuskan melongok kantor pupuk bandung bentar hahahaha..... masi tutup, namun kok kantornya lebih ok dibanding pupuk jogja, di daerah arcamanik, yang makin mengsebalkan kalau saya kesana lagi sendirian ditanggung hilang, belak-belok, jahu dari jalan raya huhuhuhu.... mungkin tepatnya jahu dari peradaban. akhirnya poto-poto dengan biadab, belum mandi, belum gosok gigi, muka masi kuyu dan menahan capek. namun panggilan alam, mengalahkan segalanya, sehingga saya segera mencari pom bensin, dan tara.... miscarriage time, sehingga mau ga mau segera menuju penginapan setelah sebelumnya pontang-panting nyari roti, namun tanda-tanda kali ini tidak jelas bangets, ga dengan amarah meledak pun juga perut sakit. entah, tak terasa sakitnya sama sekali. di penginapan, masi pagi, masi lelah, sehingga ganti baju aja dan segera menuju kasur. rehat sejenak, agar wajah tetap terawat. guling-gulingan katanya boboku, mahaps kalau sempat menendang atau menggelinjang hehehe....pertanyaannya saya nglindur ga ya, kalau nglindur aneh-aneh gaswat dungs ^-^
pinali, nonton pink panther 2, naik lipina, di paris pan japa, sumpeh aye kayak orang udik masuk kota, banyak orang cakep, jadi mata rasanya terpuaskan. cuman kok semua orang gayanya sama ajah. celana pendek hem longgar potongan rambut belah pinggir. ga bangest, aku cemburu. ehms tapi ada yang mengingatkan, bahwa lelaki tu tidak mencari kecantikan, tidak mencari materi, tidak mencari kepintaran dalam sosok wanita, namun kenyamanan, ketenangan sehingga bisa bersinergi dengan pasangannya. karena kata-kata tadi, si malaikat penjaga saya mungkin yang membisikkan pada saya, leganya, apalagi ada salah seorang yang mampir ke hidup saya mengakui kalau dia nyaman bersama pasangannya sekarang, walau proses untuk mengenal wanita itu sebentar, dan memang bukan waktu yang paling penting, bagi saya juga, tapi bagaimana cara menggunakan hati dalam sebuah hubungan, tidak peduli 2 minggu atau 4 tahun, bagi saya yang utama adalah bagaimana saling melengkapi, saling mengisi, dan proses melebur menjadi satunya.
yang terakhir soal dago dan zuppa soup ya, ehms, saya memang sangat suka zuppa soup, dan zuppa soup yang saya makan di daerah dago ini (semoga ga salah ya) enak banget, murah banget dan yummi bangets. dibandingin sama yang di paparons huhuhu... mahal ga enak, sama yang di pudpest juga. setelah di zuppa soup saya diajakin ke dago lebih atas lagi, wows, untung ga ujan malamnya, jam piro yo, hampir jam 9an mungkin, bagus banget, dan cozy banget, mengamati pemandangan bandung di malam hari, sambil bawa coklat panas di tangan, so romantic. tak terlupakan wes, sangat hangat meresap. saya menulis sambil merinding disko, karena indah banget, tak terungkap, padal mungkin bagi beberapa orang biasa aja, namun buat saya, yang wong ndeso iki, sangat-sangat dasyat.
besoknya, minggunya tepatnya, saya pulang. dan baru sadar jam 5 sore kalau tiket pulangnya belum ada, yer-yeran kepalaku, senin mesti kerja, dan belum ada tiket pulang, pengen nesu mbek sopo, jadi gemes, cuman sama siapa juga gemesnya, namun dengan gerakan enerjik, tiket berhasil dalam genggaman. dalam periode kegemesan belum dapat tiket, tiba-tiba ada yang bercerita pada saya tentang masa lalunya. mendengar ceritanya saya jadi tahu bagaimana rasanya cemburu, dalam artian yang sesungguhnya, bukan sekedar cemburu tempel atau cemburu manja yang saya lakukan sebelum-sebelumnya. sakitnya hati dan perihnya rasa, tanpa saya sadari saya menangis, amazing, seorang wanda terlunta-lunta, hanya karena mendengar cerita tentang seorang wanita yang mencintai pria, dan bagaimana pria itu menanggapinya, setahun membiarkan tanpa ada kepastian, tanpa kenyamanan, dan yang lebih parah lagi, pria itu membiarkan kawan-kawannya mengira bahwa mereka memang berhubungan padahal si pria berhubungan dengan wanita lain. oh, malangnya nasib wanita lain itu ^_^ cuman saya bisa apa, itu hanya sekedar cerita, menyarankan pun bukan tugas dan wewenang saya. akibatnya di perjalanan saya memilih diam, sambil melihat keluar, padahal diluar yang ada pemandangannya juga cuman hujan, mendung.
jam 6 tepat, saya di stasiun, menunggu kereta yang akan membawa saya ke jogja, perasaan kalut akan meninggalkan bagian cerita yang terlewati menjadi waktu paling sulit saat saya duduk sendiri di stasiun. dalam waktu 2 hari, ternyata hanya diperlukan waktu 2 hari, untuk menyadari bahwa bandung begitu indah untuk saya lewatkan. namun untuk memastikan saya bisa datang lagi atau tidak, saya tidak bisa, tidak tahu mungkin tepatnya.
jam 6.30 orang yang saya tunggu datang, masih dengan gaya yang sama, duduk di sebelah saya, sambil bercerita dan bertanya, tentu saja setelah sebelumnya saling menyapa. bersamanya saya membunuh sepi saya, dan kepadanya saya bercerita tentang tujuan hidup saya. saya merasa dia agak tertegun sambil memandang saya, namun hidup saya adalah pilihan saya, dan saya sudah memilih, dengan segala resiko yang akan saya hadapi nanti. saat dia ada dalam pilihan hidup saya, akan menjadi resiko dia yang juga akan saya tanggung.
jam 8.00 kereta saya berangkat, tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal pada para sahabat, yang sudah mengisi saya 2 hari ini di bandung. saya tidak berdoa, saya juga tidak berpamitan, mungkin karena saya tidak bertemu dengan banyak orang, namun saya sudah membuat kenangan, dan juga sudah banyak belajar, tentang bagaimana hidup dan cara menikmatinya. saya menyadari, kalau kedewasaan tidak bisa diukur dari berapa usia seseorang, tetapi dari caranya memaknai hidup. dan akhirnya saya melakukannya, pada cara saya memaknai hidup saya sekarang, menikmati apa yang bisa saya nikmati, melewati yang harusnya memang saya lewati, merenungi yang sebaiknya saya renungi, namun entah apakah artinya ini saya sudah dewasa?
saya terlampau membenci yang namanya perpisahan, apalagi saya orang yang sangat menyukai pertemuan, dan saya melakukannya, melakukan perpisahan. pernah saya mendengar kata-kata, mungkin kisah saya akan berakhir, dengan asumsi waktu yang makin berjalan kedepan, saya juga mengasumsikan kisah saya akan berakhir. i love this song, merci monsiuer mukti, pour cette chanson
Quiero mirarme en tus ojos,
sentirte muy cerca,
muy cerca de mí.
Piensa que tal vez
mañana ya
estaré muy lejos de tí.
Bésame, bésame mucho
como si fuera esta la noche
la última vez.
Bésame, bésame mucho
que tengo miedo a perderte,
perderte después.

Aucun commentaire:
Enregistrer un commentaire