beberapa hari ini lumayan cerdas...
faktanya adalah bagaimana saya menyikapi kata-kata, dan ujug-ujug punya suara sendiri. ga juga sih, yang bener saya kabur aja, langsung begono tanpa pamit biar pada kelimpungan, habis gemes aja secara strategis saya ga harus bertanggungjawab atas urusan apapun, kok ujug-ujug tanpa babibu saya yang disuruh maju, hergh........
saya habis baca embroderies, secara indonesia, memang agak rancu ni buku ;D
saya mengamini soal menjadi wanita selingkuhan, meskipun buku ini sangat tidak manusiawi bagi saya. serba salah juga ya, namun kalau membaca buku ini, bagi orang yan anti komitmen pasti memilih menjadi wanita selingkuhan. fase ini sudah saya lewati, dan saya baru sadar sekarang.
dulu memang dia selalu wangi buat saya, selalu melakukan hal yang enak-enak seperti nonton, makan, baju bagus, namun bagaimana dengan pasangan aslinya. bukan saya menyarankan untuk menjadi selingkuhan ya, karna banyak ga enaknya, kalau mau gandengan harus keluar kota, sukur-sukur diajak ke luar negeri ya hehehehe....
faktanya ga sedikit wanita yang milih jadi selingkuhan bukan demi urusan selangkangan saja tapi lebih pada tidak berani berkomitmen secara penuh. jadi salut pada yang berani berkomitmen dan sekaligus berani selingkuh. loh?
PS. Ayah, bagaimana kalau kita ke raminten?
faktanya adalah bagaimana saya menyikapi kata-kata, dan ujug-ujug punya suara sendiri. ga juga sih, yang bener saya kabur aja, langsung begono tanpa pamit biar pada kelimpungan, habis gemes aja secara strategis saya ga harus bertanggungjawab atas urusan apapun, kok ujug-ujug tanpa babibu saya yang disuruh maju, hergh........
saya habis baca embroderies, secara indonesia, memang agak rancu ni buku ;D
saya mengamini soal menjadi wanita selingkuhan, meskipun buku ini sangat tidak manusiawi bagi saya. serba salah juga ya, namun kalau membaca buku ini, bagi orang yan anti komitmen pasti memilih menjadi wanita selingkuhan. fase ini sudah saya lewati, dan saya baru sadar sekarang.
dulu memang dia selalu wangi buat saya, selalu melakukan hal yang enak-enak seperti nonton, makan, baju bagus, namun bagaimana dengan pasangan aslinya. bukan saya menyarankan untuk menjadi selingkuhan ya, karna banyak ga enaknya, kalau mau gandengan harus keluar kota, sukur-sukur diajak ke luar negeri ya hehehehe....
faktanya ga sedikit wanita yang milih jadi selingkuhan bukan demi urusan selangkangan saja tapi lebih pada tidak berani berkomitmen secara penuh. jadi salut pada yang berani berkomitmen dan sekaligus berani selingkuh. loh?
PS. Ayah, bagaimana kalau kita ke raminten?

Aucun commentaire:
Enregistrer un commentaire