Sedihnya, padahal hampir 2 apa 3 tahun ya saya sudah bersamanya, setia, saling menjaga dan saling memahami satu sama lain. Namun apalah daya, sepertinya dia ingin beristirahat dalam damai setelah sekian lama bersama saya dalam suka dan duka, hehehehe….
Masih sedih neh, harus pisah sama suami saya yang kedua ini, yang saya cintai sampai dia ga mampu menjadi pemdamping saya lagi. Dia juga yang menjadi saksi bisu seluruh gejolak hidup saya. Berawal dari keinginan saya punya hape agak aneh, sehingga menguras tabungan saya jaman itu, dengan seluruh air mata, saya ga jajan saya ga ngopi-ngopi, saya ga blanja-blanji, demi bias beli tu hape. Berdarah-darah banget khan? namun setelah sekian lama saya tau dia lelah juga, dan saya pun sudah ikhlas melepasnya.
Penggantinya, walau agak jadul, saya tetep aja cinta, cuman yang sekarang kayaknya jenis kelaminnya cewek, habis namanya vitri sih.... even ga kuning seperti yang saya pengin, susah bo' nyari casing yang warnanya kuning, jadi ya saya cukup gembira dengan warnanya yang hitam, sangat eksotik.
PS. Ayah, bagaimana kalau kita berjumpa lagi?

Aucun commentaire:
Enregistrer un commentaire