senangnya tiada terkira kemarin, selain saya keturutan makan sate di IEC, saya juga main ke rumah geby lama sekali, ketawa-ketawa mengingat masa muda, masa saya masih ingusan dan tidak tahu apa-apa, masa dimana saya masih suka berkelana, tidak memandang apapun secara rasional dan melihat semua hal tanpa logika dan nalar. cukup menyenangkan bisa berbagi dan berkawan tanpa memandang status sosial tanpa tahu dia anak siapa atau hartanya ada berapa. cukup berbagi dan tertawa, benar-benar indahnya masa muda. masa yang berapi-api dan masa yang degil sekali.
bukan tanpa sebab saya main ke rumah gabor. awalnya saya hanya lewat depan rumahnya, dan iseng menelpon, dia ada di rumah, ya sutra, pacar miller ini pun bilang dia ada di rumah dan segera membuka pintu rumahnya. akhirnya meskipun hanya disuguhi aroma bau badan, karena belum mandi semua, dan hanya sambil duduk di kursi pesakitan (mengingatkanku pada kejadian dulu, pada waktu cintaku dipisahkan dengan tidak beradap oleh dia si penghancur hidupku), kita bertiga tertawa-tawa, dan berjanji akan melakukan reuni sekali lagi, nanti. kok bertiga ya, saya melupakan om gagah, yang ikut andil dalam reuni kecil ini. seru dan sangat saru.
thanks a lot buat om gagah yang tak terduga dan kunyana membelikan aku baju totol-totol yang lucu nian, dan dengan penyadaran tingkat tinggi dia tidak membelikan baju yang lebih girly dari ini, karna yakin sekali pasti tidak akan kupakai sama sekali. hehehehe.... dan dengan potongan rambut poni nungging kebanggaanku ini maka aku pasti tampak ciamik sekali bila memakai baju ini untuk nonton ke XXI nanti.
meskipun demikian, aku agak metal belakangan ini, berbagai doa dari kawan-kawan tentang kehamilanku, sangat nikmat sekali terdengar di telingaku, hanya saja rasanya, bila boleh memilih, heumsp, kok rasanya belum siap mental ya bila harus hamil. secara naluriah dan harafiah, apalagi yang kurang, semua ada dan semua tinggal menunggu pembuahan di rahimku yang masih tak tau nasibnya ini. hanya saja, jika aku boleh memilih ya Tuhan, biarkan aku bersenang-senang dulu barang sesaat, sebelum Kau anugerahi aku tanggung jawab yang maha dasyat untuk menyebut diriku ini sebagai orangtua, tapi jika kehendakMulah yang ada maka, kapan pun itu waktunya, aku akan bersyukur dan tak henti berkata, terima kasih atas anugerah-Mu hari ini.
kemetalanku yang kedua adalah, saya baru saja mendapat kabar, kalau si Mbak, hu uh si Mbak yang itu, she lost something, saya jadi teringat akan sumpah serapah saya dahulu, saya lupa bagaimana awalnya, yang jelas pada akhirnya, saya berucap, 7 turunan. deg, saya langsung nerves, dan tak sadar saya berdoa, Tuhan, apakah Kau mengabulkan doaku atau hanya sedang menunggu waktu yang lebih tepat? apakah dulu aku sangat kalap menangisi nasibku, sehingga dalam bencanaku, Kau pun masih melihat padaku. dan sekarang saya menangis, bukan karena apa yang sudah menjadi takdir saya, namun karena kata-kata saya dulu.
PS. Ayah, selamat hari ibu....
bukan tanpa sebab saya main ke rumah gabor. awalnya saya hanya lewat depan rumahnya, dan iseng menelpon, dia ada di rumah, ya sutra, pacar miller ini pun bilang dia ada di rumah dan segera membuka pintu rumahnya. akhirnya meskipun hanya disuguhi aroma bau badan, karena belum mandi semua, dan hanya sambil duduk di kursi pesakitan (mengingatkanku pada kejadian dulu, pada waktu cintaku dipisahkan dengan tidak beradap oleh dia si penghancur hidupku), kita bertiga tertawa-tawa, dan berjanji akan melakukan reuni sekali lagi, nanti. kok bertiga ya, saya melupakan om gagah, yang ikut andil dalam reuni kecil ini. seru dan sangat saru.
thanks a lot buat om gagah yang tak terduga dan kunyana membelikan aku baju totol-totol yang lucu nian, dan dengan penyadaran tingkat tinggi dia tidak membelikan baju yang lebih girly dari ini, karna yakin sekali pasti tidak akan kupakai sama sekali. hehehehe.... dan dengan potongan rambut poni nungging kebanggaanku ini maka aku pasti tampak ciamik sekali bila memakai baju ini untuk nonton ke XXI nanti.
meskipun demikian, aku agak metal belakangan ini, berbagai doa dari kawan-kawan tentang kehamilanku, sangat nikmat sekali terdengar di telingaku, hanya saja rasanya, bila boleh memilih, heumsp, kok rasanya belum siap mental ya bila harus hamil. secara naluriah dan harafiah, apalagi yang kurang, semua ada dan semua tinggal menunggu pembuahan di rahimku yang masih tak tau nasibnya ini. hanya saja, jika aku boleh memilih ya Tuhan, biarkan aku bersenang-senang dulu barang sesaat, sebelum Kau anugerahi aku tanggung jawab yang maha dasyat untuk menyebut diriku ini sebagai orangtua, tapi jika kehendakMulah yang ada maka, kapan pun itu waktunya, aku akan bersyukur dan tak henti berkata, terima kasih atas anugerah-Mu hari ini.
kemetalanku yang kedua adalah, saya baru saja mendapat kabar, kalau si Mbak, hu uh si Mbak yang itu, she lost something, saya jadi teringat akan sumpah serapah saya dahulu, saya lupa bagaimana awalnya, yang jelas pada akhirnya, saya berucap, 7 turunan. deg, saya langsung nerves, dan tak sadar saya berdoa, Tuhan, apakah Kau mengabulkan doaku atau hanya sedang menunggu waktu yang lebih tepat? apakah dulu aku sangat kalap menangisi nasibku, sehingga dalam bencanaku, Kau pun masih melihat padaku. dan sekarang saya menangis, bukan karena apa yang sudah menjadi takdir saya, namun karena kata-kata saya dulu.
PS. Ayah, selamat hari ibu....

Aucun commentaire:
Enregistrer un commentaire